Tuesday, 15 May 2012

Memaafkan dan Teruskan Perjalanan Hidupmu


Nabi s.a.w bersabda, “Tidaklah seorang itu suka memaafkan, melainkan dia akan semakin mulia.” [HR. Muslim]
“Orang yang paling sabar diantara kamu ialah orang yang memaafkan kesalahan orang lain padahal dia berkuasa untuk membalasnya.” (Riwayat Ibnu Abiduyya dan Baihaqi)
…dengan memaafkan itu tanda kamu menjadi insan yang matang. [Pakar diari Hati]
…memaafkan di kata mulut itu bohongan hati, memaafkan di hati dengan KEIKHLASAN yang hakiki. Biarkan, jangan ambil peduli lagi setelah memaafkan, teruskan perjalanan hidup kamu dengan meninggal kisah silam itu di perhentian lepas.
Pasti ada yang lebih baik dalam aturan Allah di perhentian masa depan, jika kamu tidak terus berjalan tidaklah kamu sampai ke perhentian itu! Rencana Allah Maha Sempurna, jangan calitkan dengan sedikit keraguan pun.

Ya Allah, kembalikan KECERIAAN buat mereka yang kedukaan~ Ya Allah, gantikan TANGISAN mereka dengan senyuman~ Ya Allah, jika ini UJIAN maka berikan mereka kekuatan~
Sahabatku ketahuilah, tiada yang lebih mengerti perasaanmu melainkan Allah.. Tiada yang lebih dekat kepadamu, melainkan Allah.. Maka mintalah & adukan segalanya dalam sujudmu kepadaNya..


credit to : diarihati

 

Thursday, 3 May 2012

Kita Pernah Terluka, Tetapi....


Kita pernah “DILUKAI”
dan mungkin pernah “MELUKAI”
tapi kerana itu kita BELAJAR
tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan.

Kita pernah “DIBOHONGI”
dan mungkin pernah “MEMBOHONGI”
tapi dari itu kita belajar bagaimana sakitnya rasa dibohongi
dan tentang KEJUJURAN.

Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak pernah belajar erti diri MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF.

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan, iaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari ESOK yang lebih baik.

Hidup adalah proses
Hidup adalah belajar
Tanpa ada batas umur
Tanpa ada kata tua.

JATUH, berdiri lagi
KALAH, mencuba lagi
GAGAL, bangkit lagi
Sampai Allah memanggil:
“Waktunya PULANG“.


*credit to : diari hati